Minggu, 13 November 2016

laporan praktikum organik

Laporan praktikum kimia perbedaan senywa organik dan senyawa anorganik.


1.         JUDUL PERCOBAAN
Perbedaan senyawa organik dan anorganik   
2.         TUJUAN  PERCOBAAN
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah Untuk  mempelajari beberapa sifat umum senyawa organik dan anorgank
3.         WAKTU DAN TEMPAT PERCOBAAN
Hari/ tanggal : Sabtu ,23 januari 2016
Waktu           :  Pukul 14.00- selesai
Tempat          : Laboratorium Kimia UNWIRA  KUPANG

4.         LANDASAN TEORI

Kata organik merupakan istilah yang sudah dikenal sejak awal perkembangan ilmu kimia, yang ditandai dengan penggolongan senyawa-senyawa kimia menjadi 2 golongan yaitu senyawa organik dan senyawa anorganik. Senyawa organik merupakan suatu golongan yang dikaji secara khusus dalam kimia organik, yang memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari salah satunya yaitu hidrokaron.
Hidokarbon adalah senyawa organik, yang terdiri dari atom karbon dan atom hidrogen. Berdasarkan strukturnya, hidrokarbon dibagi menjadi dua golongan utama yaitu alifatik dan aromatik. Hidrokarbon alifatik tidak mengandung gugus benzena atau cincin benzena, sedangkan hidrokarbon aromatik mengandung satu atau lebih cincin benzena.
Senyawa  organik adalah golongan besar senyawa kimia yang molekulnya mengandung karbon, oksigen, dan nitrogen. Studi  mengenai kesenyawaan organik disebut kimia organik.banyak diantara senyawa organik seperti protein, lemak dan karbohidrat, merupakan komponen penting dalam  biokimia.



Perbedaan  antara  senyawa  organik dan anorganik
No
Senyawa Organik
Senyawa  Anorganik
1
Kebanyakan berasa dari makluk hidup dan sebagian dari hasil sintesis
Berasal dari sumber daya alam mineral
2
Senyawa organik lebih mudah terbakar 
Tidak mudah terbakar
3
Strukturnya sedikit lebih rumit
Strukturnya sederhana
4
Semua senyawa organik mengandung unsur karbon
Tidak semua senyawa anorganik memiliki unsur karbon
5
Hanya dapat larut dalam pelarut organik
Dapat larut dalam pelarut air atau organik
6
Umumnya bersifat non-elektrolit
Umumnya bersifat elektrolit (koduktor listrik dalam larutannya).
7
Reaksi berlangsung lambat.
Reaksi berlangsung cepat.
8
Titik didih dan titik lebur rendah
Titik didih dan titik lebur tinggi.
9
Contoh senyawa organik : CH4,C2H5OH,C2H6,dan seterusnya.
Contoh senyawa anorganik :NaF,NaCl.NaBr,NaI dan seterusnya.

Senyawa organik disusun oleh atom karbon dan terdapat ikatan C-H pada senyawanya. Ketika senyawa organik dipanaskan maka atom H yang merupakan golongan gas akan mengalami penguapan dan yang tersisa adalah atom karbon. Sesuai dengan namanya karbon identik dengan warna hitam. Maka bila senyawa organik dipanaskan terus-menerus, maka yang diperoleh yakni serbuk hitam atau kehitaman yang merupakan sifat karbon. Sedangkan pada senyawa anorganik, tidak mengalami perubahan apapun karena tidak disusun oleh karbon.
Beberapa faktor yang mempengaruhi titik didih yakni, berat molekul, adanya zat terlarut, dan ikatan yang dibentuk antar molekul. Berat molekul berbanding lurus dengan kenaikan titik didih suatu larutan, semakin besar berat molekul menandakan bahwa banyaknya molekul dalam larutan tersebut, sehingga pergerakan molekul semakin sulit  dan membuat ikatan yang dibentuk pun susah putus. Adanya zat terlarut masih berkaian dengan penambahan berat molekul. Jenis ikatan juga turut mempengaruhi titik didih suatu larutan. Larutan yang molekul-molekulnya diikat ionik atau kovalen yang bersifat kuat maka diperlukan waktu untuk memutuskannya.
Senyawa organik merupakan non elektrolit dan senyawa anorganik merupakan senyawa elektrolit.  Elektrolit merupakan kemampuan untuk menghantarkan arus listrik yang disebabkan oleh terbentuknya kation dan anion dalam larutan, sehingga arus listrik dapat dihantarkan.
Pada dasarnya kelarutan merupakan kemampuan suatu pelarut untuk melarutkan sejumlah zat pelarut. Kelarutan suatu senyawa dalam pelarut tertentu ditentukan oleh sifat senyawa tersebut dan sifat pelarutnya apakah polar atau non polar. Prinsipnya menggunakan kaidah “Like Disolve like” bahwa senyawa polar dapat larut dalam senyawa polar juga, sedangkan senyawa nonpolar dapat larut dalam senyawa non polar.

5.         ALAT DAN BAHAN
Alat
Bahan

1.      Rak tabung reaksi dan tabung reaksi 
2.      Pipet ttes
3.      Spatula
4.      Kaca arloji
5.      Pipet tetes
6.      Corong
7.      Gelas kimia
8.      Kaki tiga
9.      Kawat kasa
10.  Pembakar spirtus
11.  Korek api /pemantik
12.  Cawan penguap
13.  Senduk makan
14.  Cawan porselin

1.      Daun kering
2.      Gula
3.      Garam
4.      Sepotong plastik
5.      Garam dapur( NaCl)
6.      Air ( H2O)
7.      Lilin
8.      Alkohol


6.         PROSEDUR KERJA
1.      Komposisi
1. Memanaskan sedikit gula pada suhu tinggi dalam  sebuah   porselin.
2.Mengulangi percobaan ini dengan menggantikan daun kering, sepotong plastik dan sepotong alumnium. Membedakan zat mana  yang tergolong dalam senyawa organik dan anorganik.
2.      Penguapan
1.Menguapkan 2 tetes alkohol diatas kaca arloji dan mencatat waktu penguapan yang diperoleh
2.Menguapkan 2 tetes alkohol diatas kaca arloji dan mencatat waktu penguapan yang diperoleh
3.      Sifat bakar
1.       Membakar sepotong lilin kecil yang ditempatkan pada sebuah porselin.
2.      Mengulngi langkah diatas dngan menggunakan garam( NaCl) sebagai ganti lilin
3.      Membandingkan langkah yang diperoleh
4.      Membedakan yang tergolong senyawa organik dan anorganik

4.      Daya hantar listrik
1.Mengingat  daya hantar listrik pada larutan gula, NaCl, HCl, Dan NaOH .
2.Membedakan yang tergolong senyawa organik dan anorganik.
5.      Kelarutan
1.      Memasukan kedalam 2  buah tabung reaksi  masing-masing 5 tetas minyak kelapa  dan 1 senduk kecil garam
2.      Menambahkan  2 ml air kedalam air.
3.      Membedakan zat mana  yang larut dalam air .
6.      Kecepatan reaksi
1.      Memasukan 5 tetes FeSO4   0,1 M  dalam sebuah tabung reaksi
2.      Menambakan 2 tetes H2SO4 3 M dan 0,1 M  KMnO4
3.      Melihat hasil raksi yang  terjadi.
4.      Mengulangi percobaan dengan  menggunakan akohol yang tidak murni sebagai ganti FeSO4
5.      Membadingkan  kecepatan dari    kedua reaksi tersebut

7.         DATA PENGAMATAN

1.      Komposisi  
Prosedur kerja
Hasil Pengamatan
1.      Memanaskan Gula pada suhu tinggi dan dalam sebuah porselin.
Sebelum dipanaskan gula berbentuk padatan kristal yang berwarna putih namun setelah dipanaskan gula tersebut perlahan-lahan mulai mencair dan berubah menjadi coklat dan terdapat  gelembung gas   serta berbau hangus   setelah didinginkan beberapa saat membentuk bongkahan padat dan berwarna hitam.
( karbon )
2.      Memanaskan daun pada suhu tinggidalam sebuah porselin
 Daun berubah warna menjadi hitam, kering dan hancur (abu hitam).
3.      Memanaskan sepotong plastik dalam suhu tinggi pada sebuah porselin
Saat dipanaskan sepotong plastik mencair dan mengeluarkan gas berbau tajam kemudian didinginkan  membetuk gumpalan hitam
4.      Memanaskan sepotong aluminium pada suhu tinggi dalam sebuah porselin
Sebelum dipanaskan alumunium berupa padatan dan setalah dipanaskan tidak terjadi perubahan bentuk .
5.      Membuat perbandingan  manakah yang tergolong senyawa organik dan anorganik.
a.       Senyawa organik : gula, daun, dan plastik.
b.      Senyawa anorganik: aluminium.

2.      penguapan
Prosedur kerja
Hasil pengamatan
1.      Menguapkan 2 tetes alkohol diatas kaca arloji dan mencatat waktu penguapan yang diperoleh
Alkohol cepat menguap dengan waktu penguapannya, 2,2 sekon.
2.      Menguapkan 2 tetes air diatas kaca arloji dan mencatat waktu penguapan yang diperoleh
Proses penguapannya lama dengan lama waktu 50 sekon.
3.      Membandingkan manakah yang tergolong sebagai senyawa organik  dan anorganik
a.       Senyawa organik :alkohol
b.      Senyawa anorganik : air

3. Sifat bakar
Prosedur kerja 
Hasil pengamatan
1.      Membakar sepotong lilin kecil pada sebuah porselin

Lilin  adalah padatan yang berwarna putih setelah dipanaskan dngan  cepat mencair, setelah didinginkan kembali membentuk padatan yang berwarna putih.
2.      Membakar beberapa butir garam (NaCl) diatas sebuah porselin
Garam yang adalah butiran –butiran kecil dan berwarna putih setelah dipanaskan garam tersebut tidak mengalami perubahan.
3.      Membandingkan manakah yang tergolong senyawa organik dan anorganik
a.       Senyawa organik : benang pada lilin
b.      .senyawa anorganik : NaCl

4.      Daya hantar listrik

 Langkah kerja 

 Hasil pengamatan
1.      Menguji daya hantar listrik  larutan gula
Tidak dapat menghantarkan arus listrik

2.      Menguji daya hantar listrik pada NaCl
Dapat menghantar arus lisrtik

3.      Menguji daya hantar listrik pada HCl
Dapat menghantar arus lisrtik

4.      Menguji daya hantar listrik pada NaOH
Dapat menghantar arus lisrtik

5.      Membandingkan senyawa organik dan anorganik
 Senyawa organik :   larutan gula
Senyawa anorganik : larutan  NaCl, HCl, dan  NaOH.

5.      Kelarutan

Prosedur kerja
Hasil pengamatan
1.      Tabung 1.5 tetes minyak kelapa  + 2 ml    air
Tidak larut
2.      Tabung 2.1 seduk kecil garam+ 2 ml air
Larut secara  sempurna
3.      Zat manakah yang larut dalam air
 Zat yang larut adalah garam
4.      Apakah air merupakan pelarut orgnik atau anorganik
Air merupakan pelarut universal ( pelarut organik dan anorganik )
5.      Apakah air bersifat polar atau nonpolar
  Bersifat  Polar

6. Kecepatan reaksi
Nama zat
Hasil pengamatan
Tabung 1. 5 Tetes FeSO4 +  2 tetes H2SO4+ 0,1 M KMnO4 
Warna awal larutan FeSO4: kuning . warna H2SO4  adalah bening, dan KMnO4 . Hasil campuran larutan tersebt bewarna coklat mudah, dan reaksinya berlangsung dengan cepat sehingga larutannya berubah menjadi bening.


Tabung 2. Alkohol  tidak murni  +  2 tetes


 H2SO4+ 0,1 M KMnO4 
Warna alkohol bening,warna H2SO4  adalah bening, dan KMnO4 . Hasil campuran larutan tersebut bewarna coklat mudah, dan reaksinya berlangsung dengan lambat sehingga larutannya berubah menjadi bening.

8.          ANALISIS DATA
Berdasarkan  data hasil pengamatan dapat dianalisis  sebagai berikut:
1.      Komposisi
a.       Gula ( C12 H22 O11)
Gula  ketika dipanaskan beberapa saat akan mengalami perubahan,   dimana  pada awalnya berbentuk kristal putih ketika dipanaskan akan mencair dan berwarna coklat setelah didinginkan akan membentuk bongkahan padatan yang berwarna hitam.  Hal ini menandakan bahwa gula  tergolong kedalam senyawa organik ( karbon ).
 Reaksi yang terjadi adalah:
                                                C12H22O11(s)  + O2(g)                         12CO2(g) + 11H2O(g)  
                                      Keterangan :
Arah  panah keatas melambangkan proses pembakaran
b.      Daun kering
Daun kering ketika dipanaskan  dengan menggunakan cawan porselin mengalami kerapuhan dan warnanya menjadi hitam  serta membentuk abu.  Daun kering juga tergolong kedalam senyawa organik.
Reaksi yang terjadi :
            Daun  kering                karbon ( rapuh dan hitam )

                                                Keterangan :
Arah  panah keatas melambangkan proses pembakaran
c.       Sepotong plastik
 Plastik ketika dibakar akan meleleh dan mengeluarkan bau dan membentuk gumpalan yang berwarna hitam (karbon ). hal ini menunjukan bahwa plastik juga tergolong kedalam senyawa organik .
Reaksi yang terjadi :
Sepotong plastik              mencair  (mengeluarkn gas berbau + Hitam )
d.      Sepotong aluminium

Sepotong aluminium ketika dipanaskan tidak terjadi perubahan apapun. Jadi aluminium dapat digolongkan kedalam kelompok senyawa anorganik .
Sepotong aluminium              tetap  ( tidak  terjadi perubahan )
Keterangan :
Arah  panah keatas melambangkan proses pembakaran
2.      Penguapan
Ketika alkohol dan air dimasukan kedalam kaca arloji, alkohol lebih mudah menguap bila dibandingkan dengan air. Hal Ini  disebabkan oleh sifat alkohol yang mudah menguap serta  ikatan hidrogen yang terbentuk dimana pada alkohol tidak ada ikatan hidrogen yang terbentuk sehingga titik uap alkohol lebih  rendah.  sedangkan pada air terbentuk ikatan hidrogen sehingga ketika terjadi penguapan akan berlangsung lambat karena masih membutuhkan waktu untuk memutuskan ikatan hidrogen yang terbentuk. Air akan menguap keika semua ikatan hirogennya putus secara sempurna.
Air dan alkohol termasuk senyawa organik namum air mempunyai titk didih yang tinngi bila dibandingkan   dengan alkohol. Hal ini disebabkan oleh sifat alkoohol yang mudah menguap  dan   pada alkohol tidak ada ikatan hidrogen yang terbentuk sedangkan pada air ada ikatan hirogen yang terbentuk.
1)      Alkohol
2)      Air

3.      Sifat bakar
Lilin  ketika  dipanaskan akan mengalami perubahan  dimana  dia akan mencair dan ketika didinginkan akan kembali membentuk padatan dan benangnya akan menjadi abu.
Sedangkan pada garam (NaCl) ketika dipanaskan tidak akan mengalami perubahan apapun.
 Proses reaksi yang terjadi adala sbagai berikut:
1.      Lilin (C25H52)                C25H52(aq)
2.       Benang pada lilin                   menjadi karbon (berwarna hitam )
3.    Na-Cl(s)                         Na-Cl(s) 

4.      Daya hantar listik.
Larutan gula tidak dapat mengahantarkan arus listrik hal ini terjadi karena larutan gula merupakan larutan yang bersifat nonelektrolit dimana tidak terdapat ion –ion yang bergerak bebas didalam larutan. Sebaliknya pada larutan NaCl, larutan HCl, larutan NaOH termasuk didalam larutan yang dapat menghantarka arus listrik karena larutan – larutan ini termasuk dalam larutan elektrolit karena mengandung ion-ion yang bergerak secara bebas.
1.      C6H12O22(s)
2.     NaCl(aq) → Na­­+(aq) + Cl-(aq)       
3.     HCl(aq) → H­­+(aq) + Cl-(aq)
4.     NaOH(aq) → Na­­+(aq) + OH-(aq)

5.      Kelarutan
Minyak kelapa ketika ditambahkan dengan air maka yang terjadi adalah minyak tersebut tidak larut didalam air. Sedangkan garam bisa larut didalam air.
*      Reaksi antara air dengan minyak
1.      Reaksi antara air dengan garam


                                                       
6.      Kecepatan  reaksi
warna FeSO4 yaitu kuning, H2SO4 berwarna bening, KMnO4   berwarna unggu. Hasil campuran tersebut yaitu coklat mudah , dan reaksinya berlangsung secara cepat sehingga larutan menjadi bening.  Warna yang terlihat setelah reaksi yaitu FeSO4 + KMnO4             coklat mudah + H2SO4 : warna coklat mudah dengan mudah cepat hilang.
1.       
FeSO4(aq) + KMnO4      FeMnO4(aq) + KSO4(aq)

2.       
   C2H5MnO4(aq) + KOH(aq)


9.         PEMBAHASAN
Berdasarkan data pengamatan dan analisis data diatas  pada percobaan  yang sudah dilakukan maka dapat  di bahas sebagai berikut:
 a. Komposisi
Dilihat dari hasil pengamatan dan analisa data yang telah ada menunjukkan bahwa, gula (C12H22O11), daun, aluminium foil dan plastik untuk membedakan mana yang termasuk senyawa organik dan mana yang termasuk senyawa anorganik. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa senyawa organik disusun oleh atom karbon dan terdapat ikatan C-H pada senyawanya. Ketika senyawa organik dipanaskan maka atom H yang merupakan golongan gas akan mengalami penguapan dan yang tersisa adalah atom karbon. Sesuai dengan namanya karbon identik dengan warna hitam. Maka bila senyawa organik dipanaskan terus menerus, maka yang diperoleh yakni serbuk hitam atau kehitaman yang merupakan sifat karbon. Sedangkan pada senyawa anorganik, tidak mengalami perubahan apapun karena tidak disusun oleh karbon.
Jadi sesuai dengan data pengamatan dapat dikatakan bahwa, gula (C12H22O11), daun, dan plastik tergolong dalam senyawa organik, dimana Senyawa organik adalah senyawa kimia yang molekulnya mengandung unsur karbon. sifat dari senyawa organik adalah mudah terbakar dan reaksi pembakarannya membentuk karbon yang ditandai dengan zat yang dibakar berwarna hitam. Sedangkan aluminium ketika dibakar tidak mengalami perubahan Maka aluminium tergolong dalam senyawa anorganik.

b. . Penguapan
Dilihat dari hasil pengamatan dan analisa data yang telah ada menunjukkan bahwa, alkohol lebih cepat menguap di bandingkan dengan air, dimana alkohol menguap pada detik ke 22 sedangkan air menguap pada detik ke-50. Kecepatan menguap ini dipengaruhi oleh gugus fungsinya. Dimana alkohol memiliki gugus hidoksil. Gugus hidroksil ini dapat bereaksi dengan udara dan air sehingga alkohol tersebut cepat menguap.
Seperti yang diketahui beberapa faktor yang mempengaruhi titik didih yakni, berat molekul, adanya zat terlarut, dan ikatan yang dibentuk antar molekul. Berat molekul berbanding lurus dengan kenaikan titik didih suatu larutan, semakin besar berat molekul menandakan bahwa banyaknya molekul dalam larutan tersebut, sehingga pergerakan molekul semakin sulit dan membuat ikatan yang dibentuk pun susah putus. Adanya zat terlarut masih berkaitan dengan penambahan berat molekul. Jenis ikatan juga turut mempengaruhi titik didih suatu larutan. Larutan yang molekul-molekulnya diikat ionik atau kovalen yang bersifat kuat maka diperlukan waktu untuk memutuskannya.
Etanol walaupun memiliki berat molekul yang lebih tinggi daripada air, tetapi lebih cepat mencapai titik didihnya dibandingkan dengan air. Hal ini dipengaruhi oleh faktor ikatan yang dibentuk oleh molekul air, dimana antara atom O pada suatu molekul akan mengikat atom H membentuk ikatan hidrogen pada molekul lainnya. Berdasarkan teori, ikatan hidrogen ini merupakan ikatan kovalen polar yang tingkat kekuatan ikatannya berada di bawah ikatan ionik dan ikatan ini hanya dibentuk oleh senyawa organik. Untuk memutuskan ikatan hidrogen sangat susah sebab kecendrungan atom H tertarik ke atom C, yang lebih bersifat elektronegatif dari pada atom H, sehingga ikatan ini susah untuk dilepaskan. Sedangkan pada etanol juga terjadi ikatan hidrogen pada molekulnya, mengingat etanol memiliki molekul yang hampir sama dengan air, tetapi adanya gugus alkil pada sisi lain atom O yang membuat ikatan yang dibentuk tidak sekuat ikatan yang dibentuk oleh air.
c.  Sifat terbakar
Dilihat dari hasil pengamatan dan analisa data yang telah ada menunjukkan bahwa, pada awalnya lilin dalam bentuk padat berwarna putih, saat dipanaskan lilin akan meleleh, dan benang didalam lilin tersebut membentu arang yang berwarna hitam. Jadi dapat dikatakan bahwa  lilin tergolong dalam senyawa organik. Sedangkan garam pada awalnya dalam bentuk butir-butiran berwarna putih saat memanaskan garam tidak akan meleleh dan tidak menjadi arang, sebab garam tergolong dalam senyawa anorganik, sehingga mempunyai perbandingan hasil yang berbeda.

d.  Daya hantar listrik
   Seperti kita ketahui bersama, senyawa organik merupakan senyawa non elektrolit dan senyawa anorganik merupakan senyawa elektrolit. Senyawa  elektrolit merupakan senyawa yang mampu menghantarkan arus listrik yang disebabkan oleh terbentuknya kation dan anion dalam larutan, sehingga arus listrik dapat dihantarkan. Gula, NaCl, HCl, dan NaOH, dari keempat senyawa ini yang dapat membentuk kation dan anion adalah NaCl, HCl, dan NaOH sehingga ketiga senyawa ini mampu menghantarkan arus listrik. NaCl, HCl, dan NaOH merupakan senyawa yang dalam air dapat terionisasi secara sempurna. Karena mampu menghantarkan arus listrik atau daya hantar listriknya besar, maka digolongkan ke dalam senyawa anorganik. Sedangkan gula (C12H22O11) tidak dapat membentuk kation dan anion, sehingga gula tidak mampu menghantarkan arus listrik dan digolongkan ke dalam senyawa organik.

e.  Kelarutan
Pada dasarnya kelarutan merupakan kemampuan suatu pelarut untuk melarutkan sejumlah zat pelarut. Kelarutan suatu senyawa dalam pelarut tertentu ditentukan oleh sifat senyawa tersebut dan sifat pelarutnya apakah polar atau non polar. Prinsipnya menggunakan kaidah “Like Disolve like” bahwa senyawa polar dapat larut dalam senyawa polar juga, sedangkan senyawa nonpolar dapat larut dalam senyawa non polar. Pada percobaan ini digunakan beberapa senyawa organik yang memiliki kepolaran yang berbeda-beda.Dilihat dari hasil pengamatan dan analisa data yang telah ada menunjukkan bahwa, saat meneteskan air ke dalam tabung reaksi yang terisi 5 tetes minyak kelapa, air tidak larut dalam minyak kelapa sebab air dan minyak mempunyaikepolaran yang berbeda yakni air merupakan senyawa polar dan minyak kelapa merupakan senyawa nonpolar. Selanjutnya ketika air dicampurkan dengan NaCl, NaCl melarut dalam air, hal ini membuktikan bahwa kedua senyawa ini memiliki sifat kepolaran yang sama yakni sama-sama polar. NaCl merupakan senyawa anorganik. Karena air mampu melarutkan NaCl  yang merupakan senyawa anorganik, maka air termasuk pelarut anorganik.

f. Kecepatan reaksi                                                                                             
Dilihat dari hasil pengamatan dan analisa data yang telah ada menunjukkan bahwa, campuran antara larutan FeSO4 dan alkohol bereaksi dengan larutan H2SO4 dan larutan KMnO4 akan terjadi reaksi perubahan warna unggu dalam larutan FeSO4, dan warna hitam dalam larutan alkohol. Larutan H2SO4 tidak dapat bereaksi dengan larutan
FeSO4 dan alkohol, sebab H2SO4 sebagai katalisator artinya hanya dapat mempercepat reaksi, tanpa ikut bereaksi, yang dapat bereaksi adalah larutan FeSO4 dengan larutan KMnO4 dan alkohol dengan larutanKMnO4. Hal ini ditunjukkan dalam reaksi sebagai berikut:
 FeSO4(aq) + KMnO4(aq)           H2SO4      FeMnO4(aq) + K2SO4(aq)
 C2H5OH(aq) + KMnO4(aq)     H2SO4      C2H5MnO4(aq) + KOH(aq)
Teori menyatakan bahwa reaksi pada senyawa organik terjadi secara lambat dan reaksi pada senyawa anorganik berlangsung cepat. Reaksi pada senyawa anorganik berlangsung secara cepat karena tersusun oleh unsur-unsur yang sangat elektronegatif, sehingga memilki kemampuan yang besar  untuk menarik elektron dari unsur lain. FeSO4 merupakan senyawa anorganik sehingga senyawa ini dapat bereaksi dengan KMnO4 secara cepat. Sedangkan alkohol merupakan senyawa organik yang tersusun atas unsur-unsur yang kurang elektronegatif, sehingga kemampuan unutk menarik elektron dari unsur lainnya kecil yang meyebabkan reaksinya berjalan lambat.
10.     KESIMPULAN

Sesuai dengan tujuan percobaan yaitu mempelajari beberapa perbedaan sifat umum senyawa organik dan anorgani, maka dapat disimpulkan bahwa :
1.      Senyawa organik
Semua senyawa organik mengandung unsur karbon atau lebih sederhananya memiliki atom karbon sebagai salah satu unsur yang menyusun senyawa tersebut kecuali karbida, karbonat dan oksida karbon, di udara senyawa organik lebih mudah menguap, senyawa organik lebih mudah terbakar dan memberikan hasil akhir H2O dan CO2 dan hasil sampingan lainnya, umumnya bersifat non-elektrolit sehingga sukar menghantarkan arus listrik, hanya dapat larut dalam pelarut organik yang bersifat non-polar, dan reaksinya berlangsung lambat
2.      Senyawa anorganik
Tidak semua senyawa anorganik memiliki unsur karbon dalam hal ini senyawa yang terbentuk dari unsur logam, non logam dan sebagainya, di udara senyawa anorganik lebih sukar menguap, tidak mudah terbakar, umumnya bersifat elektrolit (konduktor listrik dalam larutannya), dapat larut dalam pelarut anorganik yang bersifat polar, dan reaksi berlangsung cepat.

Serta sifat dan contohnya sebagi berikut: yang termasuk dalam sifat senyawa organik aitu sebagai berikut :
1)                  Bila dibakar menghasilkan arang yang berwarna hitam
2)                  Senyawa organik lebih mudah menguap
3)                  Senyawa organik hanya dapat larut dalam pelarut nonpolar
4)                  Kurang  memiliki daya hantar listrik yang bagus
5)                  Tingkat kecepatan reaksinya berlangsung lama
Contoh dari senyawa organik sesuai pecobaan ini yaitu gula (C12H22O11), daun kering, plastik, lilin, alkohol (R-CH2-OH), minyak kelapa.
Sedangkan senyawa organik memiliki sifat sebagai berikut :
1)                  Bila dibakar tidak dapat berubah
2)                  Senyawa anorganik tidak mudah menguap
3)                  Senyawa anorganik hanya dapat larut dalam pelarut polar
4)                  Memiliki daya hantar listrik yang bagus
5)                  Tingkat kecepatan reaksinya berlangsung cepat.

Contoh dari senyawa anorganik yaitu : aluminium (Al), air (H2O), Garam (NaCl), dan natrium klorida (HCl).

       JAWABAN PERTANYAAN

a.       Komposisi
    Yang termasuk dalam senyawa organik yaitu gula (C12H22O11), daun kering,dan plastik sedangkan yang tergolong dalam senyawa anorganik yaitu aluminium (Al). Unsur yang umum dalam senyawa organik adalah karbon (C), Hidrogen (H).

b.      Penguapan
    Yang tergolong dalam senyawa organik adalah alkohol dan yang tergolong senyawa anorganik adalah air.

c.       Sifat bakar
             Yang tergolong dalam senyawa organik yaitu lilin (C25H52) sedangkan anorganik yaitu garam (NaCl).
d.      Daya hantar listrik
Yang termasuk dalam senyawa organik yaitu : garam (NaCl), asam klorida (HCl), dan NaOH, Sedangkan senyawa anorganik yaitu  gula (C12H22O11).
e.       Kelarutan
Yang termasuk dalam senyawa organik yaitu: garam (NaCl),  Sedangkan senyawa anorganik yaitu minyak kelapa.
f.       Kecepatan reaksi
Yang trmasuk dalam senyawa organik yaitu alkohol (R-CH2-OH) dan yang termasuk dalam senyawa anorganik yaitu FeSO4. 
FeSO4 + K MnO4, memiliki kecepatan reaksi lebih tinggi daripada alkohol (R-CH2-OH) + K MnO4 + H2SO4.

DAFTAR PUSTAKA


http: / / Ilmu- kimia. Blogspot.com/2010/06/  analisis- kualitatif- unsur-  unsur dalam. html

http: / / rachmakimhunter. Blogspot.com / p / kimia organik. Html

Yasied, Estien dan nursanti, lisda. 2006. Penuntun biokimia untuk mahasiswa analisis. Yogyakarta: ANDI

laporan praktikum organik - senayawa Hidrokarbon

Jangan Lupa Saksikan: Ritual Bulan Suci di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur <script data-ad-client="ca-pub-5022506125934657" a...